Bismillah semoga blog ini menjadi media yang bermanfaat bagi saya sendiri dan orang lain yang membutuhkan....

Serombenan..

Saturday, June 25, 2016

Peran Zakat untuk Indonesia


Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin yang artinya jika kita (umat muslim) yang apabila melakukan semua perintah dan menjauhi larang yang diwajibkan di Al-Quran dan Al-Hadist, akan diberikan kesejahteraan baik di dunia dan akhirat. 
Zakat merupakan salah satu perintah bagi umat muslim. Dalam Al-Quran dijelaskan lebih dari 10 kali untuk kewajiban melakukan zakat ini. Salah satunya dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah [2]

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'"
Telah terbukti bahwa pada jaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, zakat telah berhasil membebaskan kemiskinan dalam tempo waktu yang relatif singkat.

Al-Qur’an telah menjelaskan bahwasannya seluruh alam beserta isinya ini adalah milik Allah ta’ala, sebagaimana firman-Nya :

أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَلا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ

”Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).”[QS. Yunus : 55].


أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلا يَخْرُصُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka-prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga” [QS. Yunus : 66].

Jika kita berpikir, seharusnya kita akan mengetahui bahwa bencana yang terjadi ini bertujuan mengingatkan kita untuk selalu mengingat Allah, dengan selalu memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dan meningkatkan iman dan takwa.

Dalam ulasan kebangkitan zakat oleh BAZNAS, kesadaran zakat bertambah seiring dengan banyaknya bencana yang telah melanda Indonesia, seperti tsunami pada tahun 2004/2005. 

“Apa iya, kita umat muslim harus menungggu azab Allah untuk menyadarkan perintah kewajiban zakat ini?”

Secara sederhana sistem zakat dapat digambarkan sebagai berikut ini ; 


Apabila dijelaskan secara singkat berdasarkan tanggung jawab stakeholder yang berkaitan dengan sistem tersebut di atas ; 
  1. Pemerintah bertanggungjawab untuk membuat kebijakan-kebijakan pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian zakat.
  2. Lembaga Amil Zakat bertanggung jawab untuk melakukan pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian zakat sesuai kebijakan-kebijakan pemerintah yang berlaku.
  3. Muzakki berperan untuk memberikan zakat fitrah dan zakat maal.
  4. Mustahik berperan sebagai penerima zakat.
Indonesia yang mayoritas memiliki warga beragama islam, seharusnya bisa mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada melalui berzakat. Bahasan tentang zakat sebagai solusi kemiskinan bukanlah bahasan yang baru saat ini. Banyak tulisan opini dan kajian yang dilakukan terkait korelasi penerapan zakat yang dilakukan untuk memberantas kemiskinan yang ada. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim peneliti PIRAC bahwa jika dibandingkan realisasi jumlah zakat terkumpul antara tahun 2004 dan 2007 meningkat 2 kali, walupun kondisi ekonomi yang lesu dan daya beli masyarakat yang rendah karena krisis ekonomi (http://pirac.org/wp-content/uploads/2012/05/Press-Release-Seminar-Zakat.pdf). Dari fakta tersebut bahwa pada saat itu kesadaran masyarakat menjadi faktor dominan untuk melakukan kewajiban zakat, dengan atau tanpa ada hubungannya dengan kondisi ekonomi. 

Untuk melakukan sistem zakat yang efektif dan efisiensi diperlukan kesadaran untuk membayar zakat. Dalam tulisan yang baru-baru ini ditulis dalam Mengungkap Tabir Zakat di Indonesia, bahwa ada perbedaan antara perkiraan realisasi dan potensi zakat terkumpul di Indonesia. Realisasi pengumpulan zakat sekitar 1,4% dari total potensi yang seharusnya bisa terkumpul. Adanya gap antara jumlah realisasi dan potensi terkumpulnya zakat menjadi topik yang selalu nyaman dan menarik untuk didiskusikan. Pemerintah beserta stakeholder lainnya perlu bekerjasama untuk berkoordinasi merumuskan rencana strategis agar zakat yang terkumpul bisa tersalurkan dengan tepat.

Baru-baru ini Dompet Dhuafa sebagai salat satu Badan Amil Zakat yang telah memperoleh ijin dari Pemerintah telah menyuarakan kampanye Zakatnesia, Gairahkan Gerakan Zakat Di Indonesia. Program Zakatnesia ini akan bertujuan sebagai salah satu media untuk menyadarkan kita, umat muslim, untuk kewajibannya membayar zakat. Selain itu, banyak program-program strategis yang ditawarkan dalam penyaluran zakat ke para mustahik. Salah satu diantaranya melalui jalur pendidikan berupa bantuan dana pendidikan. Pendidikan menjadi satu-satunya jalan bagi suatu bangsa untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan ke depannya sistem zakat akan berjalan dengan baik.


Masyarakat Indonesia sebagai Masyarakat yang selalu haus dan lapar akan perkembangan ilmu. Hal ini dapat dilihat di Statistik Pengguna Internet dan Media Sosial Terbaru di Indonesia, bahwa dengan jumlah pengguna aktif media sosial sebanyak 79 juta dari sekitar 255 juta jumlah penduduk Indonesia. Presentase Pendudukan Miskin di Indonesia menunjukkan trend positif dari periode tahun 2012-2014. Program zakatnesia merupakan salah satu program yang mengedukasi masyarakat untuk sadar bahwa masih banyak saudara yang membutuhkan bantuan ekonomi. Apabila pengguna media sosial sebanyak 31% dari jumlah penduduk Indonesia, dapat melakukan kampanye bersama-sama program zakatnesia dan program serupa lainnya secara keberlanjutan, maka kemiskinan akan segera hengkang dari Indonesia. 

Dalam aturan UU No 23 Tahun 2011, telah disebutkan bahwa zakat yang dibayarkan melalui Badan Amil Zakat yang telah mendapatkan ijin dari pemerintah dapat memotong jumlah besaran pajak yang dibayarkan tiap tahunnya (lebih lengkapnya ada di Zakat sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak). Dalam prakteknya pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian zakat fitrah, para muzakki telah terbiasa untuk menyalurkan langsung ke yang mustahik atau melalui masjid-masjid terdekat daripada harus menyerahkannya ke Badan Amil Zakat yang telah mendapatkan ijin dari pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh BAZNAS. Untuk selanjutnya harus ada kebijakan yang mengatur tentang prosedur pengumpulan, pengelolaan dan pengumpulan zakat, sehingga zakat bisa termonitoring secara keseluruhan dan terintegrasi.

Pada akhirnya, secara umum rekomendasi penulis terkait dengan tulisan peran zakat untuk Indonesia ini antara lain ;
  1. Sering dengan majunya teknologi saat ini, kampanye-kampanye yang menyuarakan pentingnya berzakat sangat diperlukan, agar menjadi isu yang viral.
  2. Aturan-aturan yang membahas kewajiban berzakat perlu diperjelas dengan petunjuk teknis yang jelas, dengan disertai sanksi, apabila mustahik tidak melakukan kewajiban mengeluarkan zakat.
  3. Koordinasi antar pemerintah dan Badan Amil Zakat sangat perlu dilakukan agar diperoleh data yang akurat dan analisa yang tepat untuk menyusun kebijakan pemerintah.

Share:

Sunday, May 22, 2016

Memperbaiki Bunyi Tek-Tek Motor Mega Pro 2006

Tidak biasanya, dua hari kemarin saya tidak menggunakan motor untuk pergi kantor. Keesokan malam harinya, saya memutuskan untuk menggunakan motor.

Kuambil motor yang diparkir di parkiran kosan-kosan bawah, lalu kunyalakan mesinnya dengan starter manual kaki. Heran ada bunyi tek-tek kenceng sekali di bagian kanan block mesin. Dengan rasa penasaran, saya coba nyalakan lagi dan suara itu makin menggangu. Akhirnya saya putuskan untuk tidak menyalakan motor pada malam itu.

Setelah hari minggu, saya putuskan kembali untuk menyalakan, berharap ada keajaiban suara yang mengganggu tersebut hilang, namun setelah kunyalakan mesinnya dan kucuba mengendari beberapa ratus meter mengarah ke bengkel motor, suaranya makin kenceng. Kekhawatiranku, apabila kulanjutkan untuk menyalakannya, pasti ada yang rusak nantinya. Akhirnya, saya putuskan untuk mendorongnya ke bengkel motor terdekat.

Setelah sesampainya di bengkel, bengkel masih tutup. Namun antrian sudah mengekor, untungnya saya berada di antrian kedua. Setelah satu jam menunggu bengkel buka, montir segera menanyakan keluhan pemakaian motor mega pro ini. Lalu, saya bilang "coba aja mas dinyalakan mesinnya, pasti tahu apa keluhannya". Lalu dia menjawab "baik mas, silahkan ditunggu akan kami cek kerusakannya". Hmmmph, kurang lebih setelah 1 jaman menunggu, montir membongkar blok mesin kiri dan tidak menemuka masalahnya, karena pada service terakhir dilakukan penggantian rantai kamprat mesin, dikira kerusakan dari sana. Namun bukan, setelah dibongkar blok sebelah kiri, Alhamdullillah sumber masalahnya terjawab, Kabel RPM tidak bekerja semestinya alias rusak, kabel RPM tidak bisa berputar. Hal itulah yang mengakibatkan gear RPM tidak berjalan dengan baik, dan saling bergesekan antar gear.

Alhamdulillah setelah tahu kerusakannya, saya sebagai pemakai kendaran sedikit lebih tahu sebab dan akibatnya adanya bunyi tek-tek pada motor Mega Pro keluaran 2006 ini. Semoga tidak ada kerusakan yang aneh-aneh pada motor ini, Aaamiin.
Share:

Friday, May 20, 2016

Khitbah, 7 Mei 2016

Alhamdulillah, berawal dari perkenalan kami di Fingertalk Cafe, Pamulang, Tangerang pada 27 Februari 2016. Sekilas tentang Fingertalk Cafe, merupakan cafe yang memperbantukan beberapa orang berkebutuhan khusus, atau penyandang tuna rungu. Bahasa komunikasi yang digunakan menggunakan bahasa tangan. Ada 2 macam bahasa tangan, yang saya ketahui setelah berkunjung kesana, yaitu bahasa tangan dengang satu tangan dan bahasa tangan dengan dua tangan.


Pada saat tersebut saya datang sendiri, karena tertarik dengan konsep Fingertalk Cafe. Walaupun lokasi cukup lumayan jaraknya, dari Kuningan, Jaksel (Lokasi Kosan). 
Awal Kunjungan itu, saya yang datang sendiri bertemu dengan AT (calon istri) yang kesana bersama temannya (N). Saat saya datang, mereka berdua sedang asyik mengobrol dengan salah satu pengurus cafe, Mas Ali kami biasa menyapanya.
Entah ada dorongan dari mana, saya memutuskan untuk bergabung satu meja dengan mereka. Yaaaa, saat itu daripada saya bengong, karena masih harus menyesuaikan untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tangan. 

Perkenalan kami tidak berjalan lama saat itu, karena waktu sore yang sudah mendekati akan waktu maghrib. 
Dari perkenalan tersebut, saya mendapatkan kontak telepon AT dan N.

Awal Maret 2016, obrolan kami pun berlanjut melalui media chatting WhatsApp, semulanya karena kami memiliki ketertarikan di kegiatan sosial, kami saling bertukar pengalaman cerita. Sampai pada saatnya, saya berpikir kenapa obrolan ini  tidak dilanjutkan untuk bertukar biodata ta'aruf. Alhamdillah, kami setuju untuk melakukan pertukaran biodata ta'aruf. Kami yang sama-sama baru pertama kali melakukan ta'aruf, belajar untuk memahami proses ta'aruf. 

Singkat cerita, AT yang sudah memiliki pembimbing kelas liqo (kemudian akan menjadi murrobi) dan saya yang masih awam dengan majelis agama tersebut, akhirnya mencari pencerahan ke Pesantren Salafiyah (kuno) di daerah Bogor. Alhamdulillah, setelah bertemu dengan pimpinannya (Ustadz Yusuf), yang juga sebelumnya menikah melalui proses ta'aruf sebelum, bercerita banyak tentang proses ta'aruf yang beliau alami dan sesuai syariat islam. 

Dari hasil tukar pengalaman, beliau menyarankan untuk bersabar jika sudah cocok dengan AT. Sebelumnya saya dan AT, sempat sepakat untuk menghentikan proses ta'aruf karena adanya kegelisahan pada kami, mengenai fungsi murrobi dalam ta'aruf ini. 

Namun ternyata AT juga tidak diam dalam kegelisahannya, dari hasil diskusi dengan guru liqonya, beliau menyarankan agar proses ta'aruf ini tetap dilanjutkan. 

Alhamdulillah dari hasil tukar biodata , kami merasa memiliki banyak kesamaan dalam visi dan misi pernikahan. Setelah dilakukan sholat istikharah dan tanya jawab dengan beberapa guru serta kawan, kami semakin yakin bahwa proses ini harus dilakukan lebih lanjut. 

Inisiatif dari saya pribadi muncul, pada 2 April 2016 saya ke rumah AT dengan niat untuk mengenal kedua orang tuanya. Alhamdulillah, dari hasil silahturahmi tersebut berbagai pertanyaan Ayah AT dilayangkan. Kebanyakan pertanyaannya mengenai keseriusan untuk melakukan pernikahan.

Semakin yakinlah, sehingga pada kami bersama keluarga dari Surabaya dan Bandung melakukan proses khitbah/lamarnya pada 7 Mei 2016.


InsyaAllah acara akad nikah akan dilakukan pada tahun yang sama, setelah ibadah haji dilakukan. Semoga kami memang dijodohkan untuk bisa melakukan ibadah bersama-sama, mencari keridhoan Allah dengan tujuan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, Aamiin.




Share:

Wednesday, March 30, 2016

Proses Ta'aruf

Alhamdulillah setelah beberapa kali menjalani proses pacaran, saya berkesimpulan bahwa pacaran itu bukan proses yang tepat bagi saya. Alasannya karena hal-hal yang dilakukan selama pacaran, tidak lain hanya mengundang nafsu negatif. Oleh karena itu, saya memulai proses ta'aruf pada awal tahun 2016 ini.

Secara umum proses ta'aruf memiliki arti perkenalan. Proses kenalan disini berarti berkenalan dengan seseorang akhwat (perempuan) yang juga memiliki tujuan untuk segera menikah. Selain berkenalan dengan akhwat, disarankan juga untuk berkenalan dengan keluarga, teman dan lingkungannya.

Dari hasil berbincang dengan seorang teman lama, yang telah berhasil melakukan proses ta'aruf sampai proses pernikahan, pada umumnya proses ini harus melibatkan pihak ketiga. Pihak pertama "ikhwan", pihak kedua "akhwat", dan pihak ketiga perantara. Pihak ketiga ini dapat berasal dari ikhwan atau akhwat atau juga ikhwan dan akhwat. Pihak ketiga biasanya juga bisa berasal dari Murobi atau ustadz/guru yang kenal dengan ikhwan dan/atau akhwat.

Tidak jarang proses ta'ruf yang melibatkan murobi, dimulai dengan pertukaran infomasi biodata diri melalui murobinya. Semakin terkenal murobi akan meningkatkan kepercayaan ikhwan/akhwat dalam berta'aruf.

Murobi juga dikenal dalam forum-forum pembelajaran islam seperti liqo.

Dalam perkembangannya, proses ta'aruf saat ini juga sudah bisa dilakukan secara online http://www.rumahtaaruf.com/. Segala hal prosedur ta'aruf secara online dan offline, dijelaskan mendetail dalam situs tersebut. Selain itu, situs ini juga telah berhasil, dengan adanya 35 pasangan yang telah menikah melalui situs online ini. Alhamdulillah...

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)


Dengan mengacu pada Surat An Nur tersebut, kita diharuskan untuk selalu berusaha berpikir positif mengenai jodoh. Perkara jodoh sudah ditentukan sebelum kita lahir, di dalam lauh mahfudz. Semoga kita selalu memiliki semangat untuk selalu berusaha memperbaiki diri.
Share:

Tuesday, March 1, 2016

Pembuatan Surat Keterangan Bebas Narkotika (SKKBN)

Saya membutuhkan SKKBN untuk memenuhi syarat administrasi melamar pekerjaan di PT. Pertamina Lubicants. Dari hasil penjelahan di Google beberapa hari sebelumnya, ada yang menulis SKKBN bisa diperoleh dari Kepolisian/Badan Nasional Narkotika (BNN)/Puskesmas/Rumah Sakit Daerah. Pada hari Senin pagi, 22 Februari 2016, saya meunju ke Polda Metrojaya untuk membuat SKKBN, namun kekecewaan yang didapat. Menurut petugas di bagian Narkotika, di Polda Metrojaya tidak bisa dilakukan pembuatan SKKBN. Lalu saya menanyakan, kira-kira dimana saya bisa mendapatkan SKKBN ini, Petugas mengarahkan ke BNN. Setelah itu, saya memutuskan untuk memutuskan ke Puskesmas dekat Kosan.

Kira-kira jam 08.30, saya sampai di Puskesmas, namun masih tutup. Singkat cerita perjalanan saya lanjutkan ke BNN di Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur.

Setelah memarkir sepeda motor, saya menuju lobby, dan menurut petugas yang disana, baru-baru ini BNN juga tidak melayani pembuatan SKKBN. Saya diarahkan ke Rumah Sakit Budhi Asih (Rumah Sakit Daerah) di Jl. Dewi Sartika. Cawang, Jakarta Timur, yang tidak terlalu jauh dari lokasi BNN.


  1. Sesampainya di Lobby Rumah Sakit, saya diarahkan untuk mengambil nomer antrian. 
  2. Langkah selanjutnya saya diarahkan ke lantai 2, bagian kasir untuk melakukan pembayaran pendaftaran pasien baru sebesar Rp. 15.000,-. 
  3. Setelah melakukan pembayaran saya menuju lantai 4, untuk mengisi formulir Surat Keterangan Doker.
  4. Setelah itu, saya diarahkan kembali ke bagian kasir, lantai 2 untuk melakukan pembayaran pendaftaran tes Laboratorium. Di bagian ini nantinya, akan dikenakan biaya Rp 90.000,-.
  5. Setelah mendapatkan nota pembayaran dari kasir, kita diharuskan ke bagian Laboratorium untuk meletakan nota pembayaran, sebagai pengganti nomer antrian. 
  6. Apabila sudah mendapatkan panggilan dari petugas Laboratarium, kita akan diberikan botol untuk tempat urin. Kita diharuskan mengisi urin sebanyak setengah dari ukuran botol tersebut.
  7. Botol yang berisi urin kemudian dikembalikan ke bagian Laboratorium untuk pengujian terhadap adanya kandungan morfian/opiat di dalam urin.
  8. Apabila hasil Laboratorium sudah keluar, kita akan dipanggil kembali. 
  9. Setelah itu, kita diharuskan untuk kembali ke lantai 4, untuk proses stempel dokumen hasil tes Laboratorium dan mengambil Surat Keterangan Dokter yang sudah ditanda tangani oleh Doker ybs.
  10. Proses terakhir, untuk legalisir dokumen, hanya bisa dilakukan sebanyak 5 eksemplar di lantai 10. Tapi sebelumnya untuk proses copy dokumen dapat dilakukan di Gedung Baru Rumah Sakit Budhi Asih lantai 1.
Penting untuk dijadikan catatan : 
datanglah lebih awal, karena kondisi rumah sakit Budhi Asih sangat ramai dibandingkan Rumah Sakit lain yang pernah saya datangin di Jakarta (Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Pondok Indah, Rumah Sakit Pertamina Pusat dan Rumah Sakit Kartika. Estimasi lama proses pembuatan SKKB ini 4 jam, pada hari Senin jam 09.00 -13.00 WIB. Semoga informasi ini berguna.
Share:

Sunday, January 31, 2016

Perubahan Nama Kartu Keluarga (KK) dan E-KTP di Surabaya

Setelah hampir 4 tahun bekerja di Jakarta, saya sudah 3 kali berganti bekerja pada perusahaan yang berbeda. Seiring dengan pergantian pekerjaan tersebut, selalu diiringi dengan pergantiaan identitas yang tertera pada BPJS Ketenagakerjaan atau dulu disebut dengan Jamsostek. Hal ini dikarenakan pada perusahaan ke-1 dan ke-2 kurang transparan dalam hal penyetoran biaya Jaminan Hari Tua ke Jamsostek. Hal itu juga didukung, kurangnya kesadaran penulis akan pentingnya setoran biaya Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.

Pada saat pindah pekerjaan ke perusahaan ke-3, penulis ditanyakan mengenai nomer Jamsostek. Namun karena penulis merasa tidak pernah menerima kartunya dari Perusahaan ke-2, penulis meminta dibuatkan kartu Jamsostek (saat ini BPJS Ketenagakerjaan) baru. Setelah kurang lebih 3 bulan, berkoordinasi dengan bagian HRD (Human Resourrce Department), penulis mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah penulis mengetahui bahwa gaji tiap bulan dipotong untuk disetorkan ke BPJS Ketenagakerjaan, timbul pertanyaan saat bekerja di perusahaan ke-2, dimana y kartu BPJS-nya? #nahlho #barunyadar

Iseng-iseng nyari di om Google, ditemukan saat ini BPJS telah memiliki sistem untuk cek Saldo Jaminan Hari Tua https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/sso/login.bpjs. Selanjutnya penulis coba mengikuti prosedur, untuk cek Saldo Jaminan Hari Tua selama bekerja di perusahaan ke-2. Pada setiap awal tahun, penulis mendapatkan Laporan Setoran Jaminan Hari Tua ke Jamsostek. Berdasarkan hal itu, penulis bisa cek jumlah saldo Jaminan Hari Tua. Alhamdulillah terkumpul Rp 8.000.000,00,-

Pengurusan ini dilanjutkan ke perusahaan ke-2, saya mencoba berkomunikasi untuk meminta kartu Jamsostek yang belum diberikan. Namun sampai sekarang pihak perusahaan tersebut, tidak membalas komunikasi melalui email. dalam beberapa hari ini akan saya coba tanyakan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Hambatan lain yang ada, dari hal BPJS Ketenagakerjaan ini, saya mengetahui bahwa nama yang tertera di Laporan Setoran Jaminan Hari Tua (Perusahaan ke-2) dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Perusahaan ke-3 berbeda. Nah, kenapa bisa? Ya iyalah, nama di Kartu Keluarga atau E-KTP dan di Akta Kelahiran atau ijazah S1 berbeda. Dari sinilah, penulis merasa harus membenahi kesalahan penamaan di Kartu Keluarga atau E-KTP.

Pada akhir bulan Januari 2016, penulis yang berdomisili sesuai E-KTP di Jalan Sedayu Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan mulai mengurus perubahan nama tersebut. Tujuan pengurusanan ini, menyesuaikan nama di Kartu Keluarga atau E-KTP sesuai dengan Akta Kelahiran.

Urutan proses yang sudah dilakukan, antara lain ;

  1. Mengajukan permintaan pembuatan surat pengantar perubahan nama dari RT, RW, dan Kelurahan
  2. Datang ke kecamatan, untuk meminta persetujuan Camat (hal ini tidak perlu dilakukan, karena pihak kecamatan langsung mengarahkan untuk datang ke Dispenduk atau Dinas Kependudukan untuk perubahan nama secara sistem). 
  3. Proses selanjutnya ke Dispenduk yang berlokasi di Lantai 3 Siola Surabaya dengan membawa dokumen Akta Kelahiran Asli dan Kartu Keluarga Asli. Dokumen asli perlu dibawa karena, Dispenduk mensyaratkan untuk melakukan legalisir Akta Kelahiran sebanyak 2 eksemplar. Selain dokumen Legalisir Akta Kelahiran sebanyak 2 lembar, pelapor juga diwajibkan melampirkan 2 eksemplar copy Kartu Keluarga, E-KTP, dan surat pengantar sesuai poin 1.
  4. Setelah menyerahkan semua dokumen ke petugas di Dispenduk, nantinya akan diberikan tanda terima dokumen. Proses perubahan nama akan dilakukan oleh Dispenduk selama kurang lebih 8 hari kerja.
  5. Pada awal Februari, KK dan E-KTP yang baru sudah bisa diambil di Kecamatan dengan membawa dokumen tanda terima dari Dispenduk.
Penulis yang saat ini berkerja di luar Surabaya, meminta bantuan keluarga yang di Surabaya untuk mengambil KK dan E-KTP pada tanggal 2 Februari 2016. Semoga semuanya dilancarkan, Aamiin.


Share:

Tuesday, January 5, 2016

Rencana Perubahan di tahun 2016

Bismillahirrahmanirrahim,
Melanjutkan target tahun 2015 , saya akan sedikit mereviewnya. Target tahun 2015 saya terdiri dari beberapa poin, antara lain ;
1. Membina Keluarga Baru
2. Aktif menulis kembali minimal 1 post/bulan
3. Pola makan sehat

Evaluasi dari ketiga target diatas, antara lain ;

  1. Sampai pada awal tahun 2016 ini, saya belum mendapatkan pasangan yang pas. Namun, dengan diketemukannya saya dengan cewek di Bandung, pada awal tahun 2015. Saya ada keinginan untuk menjalin hubungan serius. InshaAllah, tahun ini saya fokuskan untuk melakukan pernikahan.
  2. Kegiatan menulis merupakan salah satu kesenangan yang saya lakukan, Alhamdulillah, walaupun ada beberapa bulan, saya absen untuk menulis, namun saya menikmati aktivitas menulis ini. Selain menulis, pada tahun 2015, saya kembali aktif untuk membaca. Semoga pada tahun 2016, saya mendapatkan wadah yang pas untuk menggali ilmu lebih banyak lagi. 
  3. Tubuh yang sehat, harus dimulai dengan pola makanan sehat dan pola hidup yang sehat. Saya merasa pada tahun 2015, target ini jauh dari kenyataan. Saya jarang berpuasa, dan angka kolesterol masih tinggi (>190). Pada tahun 2016, saya menargetkan untuk melakukan sholat tahajud, merutinkan kembali puasa senin kamis, dan menambah porsi olahraga (renang dan lari).
  4. Selain 3 poin diatas, yang merupakan evaluasi target di tahun 2015. Saya menambahkan target-target pada tahun ini yaitu ; pindah meja kerja ke Perusahaan BUMN/ Lembaga PNS.
  5. Saat mengerjakan workbook "Proposal Hidupku Karya Jamil Azzaini", saya merasa kesulitan mengisi pada bagian 3.2 Carilah Guru Expert, Spiritual dan Kehidupan. Hal ini karena, saya belum menentukan siapa role model yang layak dijadikan panutan. Oleh karena itu, saya memilih beberapa nama yang menurut saya, pantas untuk dijadikan panutan. Semoga calon guru tersebut, bersedia menerima saya menjadi muridnya. Pada tahun ini, saya akan berusaha maksimal untuk selalu belajar kepada banyak orang. Saya harus belajar menghargai karya orang, dan tidak mudah mengkritik pekerjaan orang lain. Mulutmu harimaumu...

Semoga target tahun ini di ridhoi oleh ALLAH SWT, Aaaamiiin...


"Manusia hanya bisa terus berusaha, namun ALLLAH lah yang menentukan. 
Inti pesannya, jangan menyerah, ikhlaskan hasilnya pada ALLAH SWT". 
Share:
tenvictory company. Powered by Blogger.

Tentang Penulis

My photo
Hai, para pencari ilmu teruslah bergerilya di pelosok-pelosok ladang ilmu untuk mencari keridhoan-Nya