Bismillah semoga blog ini menjadi media yang bermanfaat bagi saya sendiri dan orang lain yang membutuhkan....

Serombenan..

Sunday, June 13, 2010

Cara Sehat Hadapi Pertengakaran

Copy Paste dari kompas kolom Lifestyle / Minggu, 13 Juni 2010 05:12 WIB

KATA orang, pertengkaran bisa menjadi bumbu dalam sebuah hubungan. Akan tetapi, perselisihan yang berlangsung terus-menerus dan tanpa henti, bisa membuat Anda menjadi frustrasi. Lantas, adakah cara sehat untuk menghadapinya?

Banyak hal bisa menyulut pertengkaran, termasuk sesuatu yang mungkin dianggap sepele oleh salah satu pihak. Misalnya datang terlambat saat berkencan, rasa cemburu, sampai sikap kekasih yang terlalu protektif.

''Pertengkaran bisa menandakan hubungan yang Anda bangun kuat dan penuh hasrat, dan bahwa Anda merasa cukup nyaman mengekspresikan perasaan negatif tanpa merasa takut kehilangan satu sama lain,'' jelas Bonnie Eaker Weil, Ph.D., penulis buku Make Up, Don't Break Up.

Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh bertengkar terus sekehendak hati tanpa memikirkan dampak lebih lanjut terhadap hubungan dengan kekasih. Bagaimana pun, ada sejumlah cara yang benar dan salah dalam mengatasi perselisihan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Berdialog
Jika Anda merasa sudah terlalu banyak bicara dan mengulang-ulang kalimat yang sama, coba tekan tombol pause. Menurut Benjamin Karney, Ph.D. dari Relationship Institute di University of California, Los Angeles, penelitian menemukan bahwa pasangan yang tidak bahagia cenderung
mengulang-ulang ucapannya karena ingin didengarkan, yang sama sekali tidak produktif.

''Mereka berakhir dengan saling melontarkan kalimat satu sama lain, bukannya berdialog,'' katanya.

Jangan menyerang
Saat perselisihan memanas, masing-masing pihak cenderung tergoda melemparkan makian yang akan semakin memperburuk suasana. Menurut Rita DeMaria, Ph.D., direktur Council for Relationships di Phladelphia, sekali saja kata-kata hinaan meluncur dan melukai perasaan, tidak akan ada masalah yang selesai.

Berdasarkan studi dari University of Chicago, otak kita membentuk ''bias negatif'' yang membuat kita lebih responsif terhadap berita buruk. Di zaman manusia gua dulu, kelangsungan hidup manusia sebagai spesies tergantung pada kemampuan menyingkirkan diri dari bahaya. Jadi, otak
mengembangkan sistem perlidungan yang membuat kita mustahil mengabaikan hal-hal buruk.

Itu sebabnya Anda perlu meminimalisasi efek negatif dari kata-kata yang dilontarkan. Tujuan Anda bukanlah saling membuat kesal satu sama lain, melainkan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Jadi, daripada menuding pasangan yang Anda anggap malas, lebih baik utarakan padanya dampak
kemalasannya terhadap Anda.

Berdamai
Tidak perlu mempermasalahkan siapa yang salah dan siapa yang benar demi menentukan pemenang. Sebab, ini bukan kompetisi.

''Orang sering terpaku menentukan siapa yang benar, yang mengalihkan perhatian mereka dari menemukan penyelesaian. Konflik dapat diselesaikan lebih cepat dan tuntas ketika tidak ada satu pun pihak yang merasa harus berproklamasi, 'Tuh kan, saya benar!' '' jelas Karney.

Sebagai permulan, cari titik temu yang mempersatukan pendapat kedua belah pihak. Lalu, cari solusi yang sama-sama dimaklumi oleh Anda dan kekasih.(MI/ICH)
Share:

0 comments:

Post a Comment

tenvictory company. Powered by Blogger.

Tentang Penulis

My photo
Hai, para pencari ilmu teruslah bergerilya di pelosok-pelosok ladang ilmu untuk mencari keridhoan-Nya